Sharing untuk teman-teman pendataan...

Tempat berbagi ilmu dan pengalaman serta suka dan duka sesama operator pendataan pendidikan.
Walaupun sedikit, semoga bisa ikut berperan aktif untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia.

Cek Hasil Verifikasi Berkas Inpassing Yang Telah Anda Kirim DISINI. Yang belum mengirimkan berkas, segera baca infonya DISINI
Solusi Peserta Didik di HAPUS dari server Dapodikdas klik DISINI
Belajar Mendapat Uang dari Internet, silahkan coba caranya DISINI
Silahkan Lihat Pembayaran Tunjangan Profesi Tahun 2015 untuk Bapak/Ibu Guru DISINI

Wednesday, July 29, 2015

Padamu Negeri dan Dapodik Disatukan, Layanan Pendidikan Akan Lebih Baik

Jakarta (Dikdas): Aplikasi Padamu Negeri telah dibekukan. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan Surat Keterangan Penugasan kepada Tim Ad Hoc yang bertugas menyatukan data Padamu Negeri dengan Dapodik. Selasa pagi, 28 Juli 2015, Tim Ad Hoc menggelar rapat di Gedung C lantai 18 Kompleks Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Rapat menyepakati sejumlah langkah yang menjamin proses penyatuan tidak mengganggu atau mengurangi layanan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan. Dijadwalkan, proses penyatuan selesai dalam sebulan ke depan.

“Cukup dengan satu sumber data, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan akan memanfaatkan data Dapodik untuk berbagai kebutuhan layanan,” ujar Supriyatno, Kepala Sub Bagian Data dan Informasi, Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, usai rapat.

Tuesday, July 28, 2015

UPGRADE Database Dapodikmen untuk Layanan yang lebih Baik

Yth. Bapak/Ibu
1. Kepala Sekolah SMA, SMK dan SMLB
2. Operator Dapodikmen
di Seluruh Indonesia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Menindaklanjuti instruksi Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah pada rapat koordinasi penyatuan Dapodikdas dan Dapodikmen pada tanggal 1 Juli 2015, maka diperlukan upgrade database 2.4.3 menjadi 2.4.5 yang kemudian diikuti dengan update aplikasi 8.1.4 ke 8.2.0 yang akan di jadwalkan pada tanggal 2 Agustus 2015. Sehubungan dengan hal tersebut, kami sampaikan jadwal  upgrade database sebagai berikut :

30 Juli, Dapodikdas Versi 4.0.0 Rilis!

Jakarta (Dikdas): Untuk meningkatkan performa Aplikasi Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas), Versi 4.0.0 akan segera dirilis pada tanggal 30 Juli 2015. Demikian disampaikan Supriyatno, Kepala Subagian Data dan Informasi, Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Senin, 27 Juli 2015.

“Ini untuk peningkatan performa Dapodikdas, sehingga versi 3.0.3 diubah menjadi 4.0.0,” ujar Supriyatno di ruang Dapodikdas, lantai 5, Gedung E, Kompleks Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Supriyatno menambahkan bahwa ada perbedaan antara Aplikasi Dapodikdas Versi 3.0.3 dengan Aplikasi Dapodikdas Versi 4.0.0. Pertama, ada penambahan referensi baru yang meliputi wilayah dan operasional. Kedua, pencantuman Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sekolah pada formulir sekolah. Ketiga, entri dan atau update data dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu komputer.

Monday, July 27, 2015

Surat Edaran Mendikbud: Pencegahan Praktik Perpeloncoan, Pelecehan Dan Kekerasan di Masa Orientasi Peseserta Didik Baru

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 59389/MPK/PD/Tahun 2015 tentang Pencegahan Praktik Perpeloncoan, Pelecehan, dan Kekerasan pada Masa Orientasi Peserta Didik Baru di Sekolah sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2014 tentang Masa Orientasi Peserta Didik Baru di Sekolah

Untuk unduh surat edaran klik dilink download dibawah ini

Friday, July 24, 2015

Persiapan Menyambut Rilis Dapodikdas Versi 4.00

Semangat Siang Pengelola Data Pokok Pendidikan Indonesia (DAPODIK)...!!!

Sebelum Datangnya VERSI TERBARU DAPODIKDAS, Yang Rencananya VERSI 4.00...
Seiring Banyaknya Diskusi, Melalui CHAT FB, WA, BBM Yang Masuk... sebagian Besar Masih Mempertanyakan Kesejahteraan OPS, Yang Selalu Bekerja Diluar Jam Normal Bekerja....
Harapan Saat Ini, Tidak Ada Lagi Kendala System.. Baik Aplikasi Maupun Kebijakan... 
Exp :
Mapping Rombel (Peng-SK an) Atau Proses SYNCH (Singkronisasi) Yang Padat.. serta Informasi Berjalan Baik..
Dari TIM PUSAT 》》 KKDATADIK (PROV/KAB/KOTA) 》》 SIMPUL PENDATAAN (Era 2012) 》》 Sekolah..
Sehingga Proses Pengelolaan Data Dapat Diselesaikan Oleh OPS, Dengan EFISIEN, Pada JAM BEKERJA (Tidak Ada Extra Time)

Wednesday, July 15, 2015

Tahapan Penumbuhan Budi Pekerti

Jakarta (Dikdas): Program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP), dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Dimulai dari pengajaran, pembiasaan, pendisiplinan hingga menjadi kebudayaan. Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) PBP yang diikuti para pejabat di lingkungan Kemendikbud, dan kepala dinas pendidikan di Indonesia.

“Fase nilai-nilai yang akan kita tumbuhkan adalah kita ajarkan, kemudian pembiasaan, pendisiplinan sehingga menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi kebudayaan. Misalkan budaya bersih, itu wujudnya. Awalnya, anak didik itu diajarkan untuk bersih, kemudian dibiasakan mejadi bersih, dan bila kurang maka didisiplinkan sehingga terbentuk kebiasaaan bersih lalu menjadi budaya bersih,” jelas Mendikbud, di Gedung Ki Hadjar Dewantara lantai III kompleks Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2015. “Fase itu tidak bisa langsung meloncat, perlu proses. Nah inilah yang akan kita lakukan di sekolah-sekolah kita.”

Menumbuhkembangkan Budi Pekerti

Jakarta (Dikdas): Jum’at, 10 Juli 2015, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, bercerita tentang fenomena perilaku siswa Indonesia kepada para peserta Rapat Koordinasi (Rakor) Penumbuhan Budi Pekerti di Gedung Ki Hadjar Dewantara lantai III kompleks Kemendikbud, Senayan, Jakarta. Menurut Mendikbud, perilaku siswa Indonesia cukup memprihatinkan. Ia mencontohkan jawaban siswa yang dinilai kurang beretika saat menerima sebuah pertanyaan sederhana seperti; mau ke mana atau sedang apa?

“Ada anak ditanya mau ke mana? Dijawab, ngapain sih ngurusin. Coba, hal ini kenapa? Karena memang tidak biasa untuk disapa dan bersapa. Padahal hal ini (pertanyaan, red) kan bukan untuk investigasi,” keluh Mendikbud di hadapan para peserta rakor yang terdiri dari para pejabat di lingkungann Kemendikbud, dan kepala dinas pendidikan di Indonesia.

Untuk merubah karakter tersebut, Anies Baswedan menyarankan agar para guru memulai menyapa siswa.

“Ini jadikan tradisi. Lalu sampaikan kepada orangtua, bila anak mau pergi biasakan pamitan, dan ekspresikan kasih sayang. Jadi jangan cal-cul (dilepas begitu saja),” tegas Mendikbud.